Kamis, 18 Mei 2017

Bahasa Inggris Bisnis 2 / Minggu 13 / Style in Written English



A.     Participles as adjectives
Participle adalah kata kerja yang berfungsi sebagai kata sifat dan sering berakhiran dengan ing dan -ed serta kata kerja bentuk ketiga lainnya. Karena participles berfungsi sebagai kata sifat, maka fungsi dari Participles adalah untuk menjelaskan kata benda dan tidak dapat berdiri sendiri. Berbeda dengan Gerunds, walaupun sama-sama berakhiran dengan -ing, namun Gerunds dapat berdiri sendiri.

The crying baby had a wet diaper.
Shaken, he walked away from the wrecked car
The burning log fell off the fire.
Smiling, she hugged the panting dog.

Participial phrase adalah sekelompok participle dan modifier dan atau kata benda yang berfungsi sebagai objek langsung, objek tak langsung atau pelengkap. Di bawah ini kami berikan beberapa contoh Participial Phrase:

Removing his coat, Jack rushed to the river.
Delores noticed her cousin walking along the shoreline.
Children introduced to music early develop strong intellectual skills.
Having been a gymnast, Lynn knew the importance of exercise.

B.     Redundancy
               Redundancy adalah pengulangan pesan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan.
Dalam penulisan bahasa inggris, redudancy adalah kata yang mubazir untuk ditulis atau diucapkan untuk kedua kalinya karena memiliki kesamaan arti dengan kata sebelumnya.

Contohnya :
1.      “if all of us cooperate together, we will succeed” dalam kalimat tersebut kata “cooperate” dan “together” digunakan, padahal mereka memiliki arti yang sama. Salah satu dari kata tersebut seharusnya dihilangkan agar kalimatnya menjadi benar seperti “if all of us cooperate, we will succed” atau “if all of us work together, we will succeed”
2.      “The accused was guilty of false misstatement” kata “false” dan “misstatement” memiliki arti yang sama, maka kita harus menghilangkan salah satunya seperti “the accused was guilty of misstatement”
3.      “ it was the general consensus of opinion that we must go to the movie” dua kata yang memiliki arti yang sama dalam kalimat tersebut adalah kata “consensus” dan “opinion”, maka kita harus menghilangkan salah satunya agar menjadi kalimat yang benar “it was the general opinion that we must go to the movie”

C.     Parallel construction
Konstruksi paralel, juga disebut paralelisme, menunjukkan bahwa dua atau lebih ide sama pentingnya dengan menyatakan mereka dalam tata bahasa paralel bentuk: kata benda berbaris dengan kata benda, kata kerja dengan kata kerja, frase dengan frase. paralelisme
dapat menciptakan kejernihan, keanggunan, dan simetri apa yang Anda katakan:


I came;
I saw;
I conquered.


PARALEL STRUCTURE
Dalam penulisan bahasa inggris, PARALEL STRUCTURE adalah menggunakan pola kalimat yang sama untuk menunjukkan kata-kata yang memiliki level kepentingan yang sama. Hal ini bisa terjadi dalam kata, frasa, ataupun klausa. Biasanya untuk membuat paralel structure kita menggunakan kata penghubung, seperti ‘and” dan “or”

Contohnya :
1.      Contoh paralel structure dalam kata menggunakan gerund “mary like hiking, swimming, and bicyling” atau menggunakan infinitive “mary likes to hike, swim, and ride a bicycle” jika menggunakan paralel structure kita tidak boleh mencampurnya seperti dalam kalimat “mary likes hiking, swimming, and to ride a bicycle”
2.      Contoh paralel structure dalam frasa “the teacher said that he was a poor student because he waited until the last minute to study for the exam, completed his lab problems in a careless manner. And lacked motivation” semua frasa dalam kalimat diatas menggunakan frasa kerja “waited”, “complited”, dan “lacked”, penggunaan paralel structure dalam frasa pun tidak boleh dicampur seperti dalam kalimat “the teacher said thet he was a poor student because he waited until the last minute to study for the exam, completed his lab problems in a careless manner and his motivation was low”
3.      Paralel structure yang dimulai dengan menggunakan klausa juga harus diikuti dengan klausa yang sama, jika pola klausa berubah maka akan melanggar paralel structure seperti dalam kalimat “the coach told the players that they should get a lot of sleep, that they should not eat to much, and to do some warm up exercises before the game” klausa “ to do some warm up exercises before the game” memiliki pola yang berbeda dengan dua klausa sebelumnya maka kalimat diatas tidaklah paralel structure, seharusnya kalimat sebenarnya “the coach told the players that they should get a lot of sleep, they should not eat too much, and that they should do some warm up exercises before the game”.

  1. Transformation of direct & indirect object.
Direct object (objek langsung atau objek penderita) dalam sebuah kalimat adalah orang atau benda yang langsung menerima tindakan atau perbuatan dari verba yang dilakukan oleh subjek.
Direct object merupakan complement dari transitive verb. Dan dalam sebuah kalimat pernyataan (declarative sentence) biasanya mengikuti verba.
- Mike has borrowed my car.
Berperan sebagai subjek dalam kalimat pasif:
- My car has been borrowed by Mike.
Dan juga digunakan sebagai jawaban dalam kalimat pertanyaan:
- What did Mike borrow? My car.

Contoh direct object dalam kalimat:
They have two sons and two daughters.
The boy was holding a piece of string in his hand.
He was reading a book.
She cradled the baby in her arms.
They built their own house.
Pour some water into the pot.
Does she like cheese?
I don’t know them very well.
He got $10 from his uncles
I’ve lost my car keys.
Swans eat water plants and insects.
Bertrand Russell wrote a history of philosophy.
I don’t some cigars.
I’d love a cup of tea.
A friend of mine had a heart attack when he was only thirty-three.
She still loves you.


Indirect object (objek tidak langsung atau objek penyerta) adalah kata atau kelompok kata yang menerima direct object (objek langsung). Atau untuk/kepada siapa direct object itu diberikan. Contoh:
I gave her a book.
verba = gave
her = indirect object
a book = direct object

Indirect object juga merupakan complement dari transitive verb. Tetapi dalam sebuah kalimat letak indirect object berada di antara verba dan direct object.
- I gave Nydia the new computer.
Digunakan sebagai jawaban dalam kalimat pertanyaan:
- Who do you give the new computer? Nydia.
Dan juga berperan sebagai subjek dalam kalimat pasif:
- Nydia was given the new computer.

Contoh indirect object dalam kalimat:
He bought his nephew a new bicycle.
She gave her little brother a kick on the ankle.
David showed Mary his stamp collection.
Will you keep me a seat?
Can you lend him $15?
Find the company a solution to this problem and you will be rewarded.
Fetch me a bucket of water, please.
This project offers unemployed people a chance to train for new jobs in information technology.
Indirect object dalam sebuah kalimat bisa diletakkan setelah direct object dengan menambahkan preposisi to atau for di depannya.
He bought his nephew a new bicycle.
He bought a new bicycle for his nephew.
David showed Jean his stamp collection.
David showed his stamp collection to Jean.
Will you keep me a seat?
Will you keep a seat for me?
Can I ask you a favour?
Can I ask a favour of you?
Tetapi penambahan preposisi tersebut di atas tidak selalu bisa dipakai dalam setiap kalimat. Contohnya, bila dalam sebuah kalimat verbanya menggunakan give dan objeknya berupa tindakan/kegiatan maka kalimat itu menjadi tidak lazim.
- I gave Mary my book.
atau I gave my book to Mary. (lazim karena my book adalah objek)
- He gave his bike a clean.
tidak lazim bila ditulis He gave a clean to his bike. (a clean adalah aktivitas, bukan objek)
- Can you give me a push, please?
tidak lazim bila ditulis Can you a push to me, please? (a push adalah tindakan, bukan objek.
Catatan:
Direct object dan indirect object biasa digunakan bersama-sama pada pola kalimat sederhana SVOO.
Bila suatu verba memiliki dua objek maka objek yang pertama adalah indirect object dan objek yang kedua adalah direct object. Tetapi bila direct object digunakan lebih dulu, maka preposisi to atau for harus ditambahkan setelah direct object.
Verba yang biasa digunakan bersama dengan TO: award, bring, feed, give, grant, hand, leave, lend, offer, owe, pass, pay, post, promise, read, sell, show, take, teach, tell, throw, write.
Verba yang digunakan dengan FOR: bring, buy, choose, cook, cut, do, fetch, find, get, keep, leave, make, order, pick, reserve, save, spare.
It dan them juga biasa dipakai dan diletakkan setelah verba.
Give it to me. ® Give me it.
Buy them for me. ® Buy me them.
 Do it for me. ®  Do me it. (tidak lazim)
Give it to John. ® Give John it. (tidak lazim)
Buy them for John. ® Buy John them. (tidak lazim)
Indirect objects paling sering digunakan bersama-sama dengan verba; ask, tell, send, give, dan show.
Beberapa verba seperti explain atau describe tidak berlaku sama seperti halnya verba give, buy, atau send ketika langsung diikuti oleh indirect object.
Give the book to me, atau Explain the situation to me.
Give me the book. (tidak lazim jika ditulis “Explain me the situation.”)

Indirect object (me) tidak bisa langsung digunakan setelah explain, tetapi harus menggunakan pola verb + object + ‘to’:
- He explained the situation to me.
- James described the men to the police.
Verba lainnya seperti halnya explain dan describe yang harus menggunakan pola di atas: admit, announce, communicate, confess, declare, deliver, demonstrate, donate, entrust, introduce, mention, obtain, propose, prove, purchase repeat, report, say, suggest.

E.     Adverbial of the beginning of a sentence
Adverbial clause adalah dependent clause yang berfungsi sebagai adverb (kata keterangan) dan memberikan informasi tentang verb, adjective, atau adverb yang berada pada independent clause dengan kapasitasnya menjawab pertanyaan: how, when, where, why, atau to what degree. 
Adverbial clause dimulai dengan suatu kata yang disebut subordinate conjunction (when, after, because, though, etc). Kata ini berguna untuk menjembatani hubungan dengan independent clause yang diterangkan. Gabungan klausa ini dengan independent clause dinamakan dengan complex sentence (kalimat kompleks), yaitu kalimat yang terdiri dari independent dan satu atau lebih dependent clause.
Macam-macam adverbial clause antara lain: adverbial clause of time (waktu), place (tempat), cause & effect (sebab & akibat), purpose & result (tujuan & hasil), condition (pengandaian), contrast/consession (pertentangan), manner (cara), dan reason (alasan).

Ø  Contoh Adverbial Clause:

Complex Sentence
Keterangan
When he cleaned the kitchen, he found a lot of expired food.
(Dia membersihkan dapur ketika dia menemukan banyak makanan kadaluarsa.)
When= subordinate conjunction;
When he cleaned the kitchen= adverbial clause;
he found a lot of expired food= independent clause

Ø Rumus Adverbial Clause

Rumus complex sentence dan adverbial clause adalah sebagai berikut.

Complex Sentence:

Independent clause (s+v+/-)*+ adverbial clause

Adverbial Clause:

Subordinate conjunction +s+v+/-..

*S + V +/- … = predicate

Punctuation (Tanda Baca) pada Adverbial Clause

Adverbial clause dapat berada di awal kalimat, kemudian diikuti oleh independent clause. Sebaliknya, independent clause dapat berada di awal kalimat, kemudian diikuti oleh adverbial clause. Jika berada di awal, diujung klausa ini diberi tanda baca koma.
Contoh Complex Sentence:
  • Di awal: Because I had free time, I visited your house.
  • Di akhir: I visited your house because I had free time. (Saya mengunjungi rumahmu karena saya punya waktu luang.)




           
SUMBER       :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar