Minggu, 26 April 2015

Perang Dunia II



Rangkuman Perang Dunia II
A.      Latar Belakang
Perang Dunia II sesungguhnya merupakan lanjutan dari Perang Dunia I. Hakikat dari Perang Dunia II juga merupakan persaingan antara kaum imperialisme muda yang sedang tumbuh berkembang dengan kaum imperialisme tua yang telah mempunyai kedudukan yang mantap.
B. Penyebab  dan Tokoh-  Tokoh yang Terlibat dalam Perang Dunia II
Ø Perang Dunia II terjadi karena sebab-sebab berikut ini :
a.       Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I dan merasa sangat dihinakan dalam Perjanjian Versailles ingin membalas (revanche) kekalahan terhadap musuh-musuhnya, terutama Perancis.
b.       Italia ingin mendirikan Risorgimento yang berartinya Italia Raya.
c.        Jepang ingin melaksanakan politik ekspansi atau perluasan wilayah.
d.       Timbulnya pertentangan ideologi Fasisme, Naziisme dan Militerisme yang anti demokrasi dengan paham-paham lainnya.
e.        Perkembangan industri, persenjataan, dan krisis ekonomi dunia (terjadi pada tahun 1929).
f.          Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa untuk menciptakan perdamaian dan menjauhkan peperangan. Bahkan Liga Bangsa-Bangsa dalam kenyataannya merupakan alat negara-negara besar dan kegiatannya lebih banyak dalam bidang politik.
Ø Sebab Khusus Meletusnya Perang Dunia II
a.       Di Eropa, pada tanggal 1 September 1939 Jerman menyerang Polandia, sebuah negara di bawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa. Sebaliknya pada tanggal 3 September 1939 negara-negara pendukung LBB, terutama Inggris dan Perancis menyerang Jerman.
b.       Di Pasifik, pada tanggal 8 September 1941 Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Teluk Mutiara (Hawaii).
Awal mula terjadinya perang dunia II adalah diawali dengan perang antara Jerman melawan Inggris dan Perancis. Lalu, Tindakan Inggris segera diikuti oleh negara-negara jajahannya sedangkan Jerman diikuti oleh Sekutunya yaitu Italia dan Jepang. Rusia sebelum perang meletus telah diajak Jerman untuk mengadakan perjanjian tidak saling menyerang. Tetapi tidak beberapa lama diserbu juga oleh Jerman yaitu pada tahun 1941 sehingga Rusia juga terseret dalam kancah perang. Begitulah, maka hampir semua negara di dunia turut serta dalam peperangan besar. Negara totaliter Jerman, Italia, dan Jepang yang disebut Blok Poros (Blok AS), dilawan oleh Blok Sekutu yang antara lain terdiri dari Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Cina dan Rusia
Ø 3 Front yang ada dalam Perang Dunia II
1)     Front Eropa
Hanya dalam waktu empat minggu saja Jerman dapat menduduki sebagian besar Polandia. Dengan strategi “Blitzkreig” atau “Perang Kilat” Jerman menyerbu Denmark, Norwegia, dan Swedia untuk mencari bahan tambang. Inggris yang akan membantunya dalam pertempuran di Narvik menderita kekalahan. Belanda, Belgia, dan Perancis juga diserbu oleh Jerman pada bulan Mei 1940. Dalam waktu 6 hari saja Belanda dan Belgia menyerah. Pemerintah dan Ratu Belanda Wilhelmina mengungsi ke Inggris. Setelah Perancis jatuh ke tangan Jerman, Hitler menawarkan perdamaian kepada Inggris. Usaha Hitler ternyata tidak berhasil. Bahkan Royal Air Force (Angkatan Udara Inggris) mulai melakukan serangan balasan pada tahun 1941. Sementara itu di Balkan, Italia, dan Jerman bersama-sama berhadapan dengan Ingris. Rumania dan Yugoslavia serta daerah-daerah sekitarnya berhasil diduduki Jerman. Kemudian Jerman juga ingin menguasai Ukraina tahun 1941, tetapi usahanya dapat dipatahkan oleh tentara Rusia di bawah pimpinan Jenderal Zukov.
2)     Front Afrika
Pada tahun 1941 tentara Italia-Jerman didaratkan di Afrika Utara untuk menguasai Terusan Suez. Terjadilah pertempuran-pertempuran dahsyat di daerah padang pasir. Tentara Jenderal Rommel yang amat terkenal itu dapat dipukul mundur oleh tentara Inggris– Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Montgomery dan Alexander. Tentara Amerika Serikat di bawah pimpinan Eisenhower mendarat di Maroko pada tahun 1943. Ia membebaskan Tunisia, bahkan seluruh Afrika Utara jatuh ke tangan Sekutu.
3)     Front Pasifik
Pertempuran ini terjadi antara Jepang melawan Amerika Serikat dengan sekutu-sekutunya. Perang di daerah Pasifik disebut Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya
Ø Perjanjian dan Akibat yang Ditimbulkan dari Perang Dunia II
1.      Perjanjian Pasca Perang Dunia II
Di antara perjanjian penting pasca Perang Dunia II adalah antara Sekutu dengan Jerman serta Sekutu dengan Jepang. Adapun perjanjian-perjanjian tersebut adalah sebagai berikut.
a.       Perjanjian Postdam Perjanjian Postdam Tahun 1945 (Sekutu-Jerman) Perjanjian tersebut oleh pihak Sekutu ditentukan oleh Truman (Amerika serikat), Stalin (Uni Soviet), dan Atlee (Inggris). Isi perjanjian antara lain:
·       Jerman dibagi dalam empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Timur oleh Rusia sedangkan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.
·       Kota Berlin yang terletak di tengah-tengah daerah pendudukan Rusia juga diduduki, Berlin Timur diduduki oleh Rusia dan Berlin Barat oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis.
·       Danzig, Jerman di sebelah timur Sungai Order, dan Niesse diberikan kepada Polandia.
·       Demiliterisasi dari Jerman.
·       Penjahat perang (crime war) dihukum.
·       Jerman harus membayar ganti kerugian perang.
b.       Perjanjian San Francisco tahun 1951 (Sekutu-Jepang)
Isi perjanjian tersebut adalah sebagai berikut.
·       Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat.
·       Daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan, Kepulauan Kurilen dan Sakhalin Selatan diserahkan kepada Rusia, Mansyuria, dan Taiwan kepada Cina, Kepulauan Jepang di Pasifik kepada Amerika Serikat. Korea dibagai menjadi dua, di bagian utara diduduki Rusia dan di selatan oleh Amerika Serikat.
·       Penjahat perang harus dihukum.
·       Jepang harus membayar kerugian perang. Sejumlah menteri Jerman seperti Von Ribbentrop, Goering, Gobbels, dan Perdana Menteri Jepang Hideki Tojo diadili sebagai penjahat perang dan dijatuhi hukuman gantung.
Ø Akibat Perang Dunia II
Perang Dunia II menimbulkan akibat-akibat sebagai berikut.
a.       Bidang  Politik
·       Amerika Serikat dan Uni Soviet keluar sebagai pemenang dan menyebabkan keduanya menjadi negara raksasa (super power).
·       Terjadinya persaingan antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet.
·       Politik memecah belah. Kedua negara super power tersebut menjalankan politik memecah belah bangsa lain demi kepentingan mereka.
·       Timbulnya negara-negara nasional. Negara-negara imperialis barat, seperti Inggris, Perancis, Belanda, Portugis, Spanyol tidak mampu lagi menghalangi semangat perjuangan bangsa-bangsa yang mereka jajah.
·        Timbul persekutuan-persekutuan lagi. Sebagai balance of power policy, negara-negara raksasa berusaha mengadakan persekutuan baru demi keamanan bersama. Misalnya Amerika serikat dan sekutunya membentuk NATO dan Uni Soviet bersama sekutunya membentuk Pakta Warsawa.
b.       Bidang Ekonomi
·       Ekonomi dunia kacau
·       Jerman dan Jepang muncul sebagai negara industri lagi.
c.        Bidang Sosial
·       Golongan cerdik pandai kuat kedudukannya
·        Banyaknya badan-badan sosial
d.       Bidang Rohani
Didirikan United Nation Organization (UNO) atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai penyempurnaan dari Liga Bangsa-Bangsa (LBB) pada tanggal 24 Oktober 1945.
Sumber : 

Batas- Batas wilayah di Perbatasan Indonesia

Batas- Batas wilayah di Perbatasan Indonesia
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan garis pantai sekitar 81.900 kilometer, memiliki wilayah perbatasan dengan banyak negara baik perbatasan darat (kontinen) maupun laut (maritim). Batas darat wilayah Republik Indonesia berbatasan langsung dengan negara-negara Malaysia, Papua New Guinea (PNG) dan Timor Leste. Perbatasan darat Indonesia tersebar di tiga pulau, empat Provinsi dan 15 kabupaten/kota yang masing-masing memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Demikian pula negara tetangga yang berbatasannya baik bila ditinjau dari segi kondisi sosial, ekonomi, politik maupun budayanya. Sedangkan wilayah laut Indonesia berbatasan dengan 10 negara, yaitu India, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Republik Palau, Australia, Timor Leste dan Papua Nugini (PNG). Wilayah perbatasan laut pada umumnya berupa pulau-pulau terluar yang jumlahnya 92 pulau dan termasuk pulau-pulau kecil. Beberapa diantaranya masih perlu penataan dan pengelolaan yang lebih intensif karena mempunyai kecenderungan permasalahan dengan negara tetangga.
Setiap Negara tentulah memiliki batas- batas wilayah tertentu yang tujuannya digunakan untuk mengetahui dan menandai daerah mana saja yang berada dibawah kekuasaannya. Indonesia memiliki batas- batas wilayah yang menjadi pemisah antara wilayah indonesia dan wilayah Negara lain, Indonesia adalah Negara kepulauan yang paling luas di dunia. Batas wilayah Indonesia yang berhubungan dengan wilayah lain di 4 arah mata angin adalah sebagai berikut :
1.     Batas wilayah Indonesia sebelah Utara
Di sebelah utara, Indonesia berbatasan langsung dengan Malaysia. Indonesia dan Malaysia memiliki batas wilayah yang sama baik darat maupun laut. Wilayah darat Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia adalah bagian utara pulau Kalimantan. Sedangkan batas wilayah laut di perairan selat Malaka.
Jika batas darat wilayah Indonesia hanya bersentuhan dengan Malaysia namun tidak dengan batas laut wilayah Indonesia disebelah utara yang berbatasan dengan laut lima Negara yaitu, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Republik Palau dan Filipina.
2.     Batas wilayah Indonesia sebelah Barat
Sebalah barat wilayah Indonesia tidak memiliki batas darat tetapi hanya batas laut saja.  Batas wilayah laut Indonesia sebelah barat adalah Samudra Hindia dan Laut Andaman. Indonesia dan India berkonsi beberapa titik di sekitar kedua perairan tersebut sebagai batas wilayahnya. Di perairan tersebut Indonesia memiliki 1 pulau terluar yang menjadi batas wilayah darat yaitu pulau Ronde yang berada di Aceh.
3.     Batas wilayah Indonesia sebelah Timur
Batas wilayah timur Indonesia berbatasan langsung dengan daratan Papua New Guinea dan perairan Samudra Pasifik. Batas darat Indonesia sebelah timur berbatasan langsung dengan Papua New Guinew adalah wilayah Papua New Guinea sebelah barat Provinsi Barat (Fly) dan Provinsi Sepik Barat (Sandaun). Persamaan budaya dan hubungan kekerabatan yang dekat hamper dapat menjadi jembatan yang baik untuk menjaga perdamaian di kawasan ini.
4.     Batas wilayah Indonesia sebelah Selatan
Indonesia sebelah selatan berbatasan langsung dengan wilayah darat Timor Leste, perairan Australia dan Samudra Hindia. Timor Leste adalah bekas wilayah Indonesia yang telah memisahkan diri menjadi Negara sendiri pada tahun 1999, dulu wilayah ini dikenal dengan Provinsi Timor Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Provinsi yang berbatasan langsung dengan wilayah Timor Leste yang letaknya berada di Kabupaten Belu dan selain itu Indonesia juga berbatasan dengan perairan Australia.
Sumber :