Senin, 04 Januari 2016

Perilaku Konsumen



Proses Pengambilan Keputusan

 
Dalam memenuhi dan memuaskan kebutuhannya sehari- hari konsumen  memiliki keterkaitan yang erat dengan proses pengambilan keputusan pembelian, seperti usaha untuk memperoleh serta bagaimana menggunakan barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhannya. Berikut ini akan dibahas bagaimana proses pengambilan keputusan perilaku konsumen :

1.        Model Proses Pengambilan Keputusan
Sebelum konsumen mengambil suatu keputusan, konsumen perlu melakukan suatu tindakan. Keputusan yang telah diambil oleh konsumen akan dilanjutikan dengan proses pelaksanaan. Pemasar perlu berfokus pada seluruh proses pengambilan keputusan pembelian bukan hanya pada proses pembeliannya saja.
Pengambilan keputusan konsumen (consumer decision making) adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya Setiadi (2003 :16). Sedangkan menurut Plunkett, Attner dan Allen dalam bukunya Management (2004 : 212) “Decision making is the prosess of identifying problems and opportunities, developing alternative solutions, choosing an alternative, and implementing it” .
Menurut Herbert A. Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas tiga langkah utama yaitu :
a.       Kegiatan Intelijen, merupakan kegiatan yang menyangkut pencarian berbagai kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
b.       Kegiatan Desain, merupakan tahap yang menyangkut pembuatan pengembangan dan penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
c.       Kegiatan Pemilihan, merupakan pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari alternative yang tersedia.
Sedangkan menurut Scott dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
1.        Proses pencarian/ penemuan tujuan
2.       Formulasi tujuan
3.       Pemilihan Alternatif
4.       Mengevaluasi hasil- hasil
Pendekatan konperhensif lainnya adalah dengan menggunakan analisis system, menurut ELBING ada lima langkah dalam proses pengambilan keputusan :
1.        Identifikasi dan Diagnosa masalah
2.       Pengumpulan dan Analisis data yang relevan
3.       Pengembangan dan Evaluasi alternative- alternative
4.       Pemilihan Alternatif terbaik
5.       Implementasi keputusan dan Evaluasi terhadap hasil- hasil
a.       Model Perilaku Pengambilan Keputusan :
1.        Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum.
2.       Model Manusia Administrasi, dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih berprinsip oranf tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang memuaskan.
3.       Model Manusia Mobicentrik, dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan merupakan nilai utama sehingga orang harus bergerak bebas mengambil keputusan.
4.       Model Manusia Organisasi, dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan.
5.       Model Pengusaha Baru, dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat kompetitif.
6.       Model Sosial, dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang sering tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situasi dibawah sadar.
b.       Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu :
1.        Model Preskriptif, yaitu pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
2.       Model Deskriptif, yaitu menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan tertentu. Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model deskriptif berdasarkan pada realitas observasi. Disamping model- model tersebut (model linier) terdapat pula model spiral dimana satu anggota mengemukakan konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
Berdasarkan pengertian menurut ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengambilan keputusan konsumen adalah suatu proses dengan memilih beberapa alternatif penyelesaian masalah yang dikumpulkan oleh konsumen kemudian disaring kembali guna mewujudkannya dengan penerapan tindakan. Setelah melalui proses tersebut, konsumen akan mengevaluasi pilihannya dan menentukan bagaimana sikap yang akan diambil selanjutnya.

2.       Tipe- Tipe Proses Pengambilan Keputusan
Tipe Pengambilan Keputusan (Decision Making) adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
-          Keputusan terprogram/ keputusan terstruktur adalah, keputusan yang berulang- ulang dan rutin sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
-          Keputusan setengah terprogram/ setengah terstruktur adalah, keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang- ulang dan rutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan- perhitungan serta analisis yang terperinci.
-          Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur adalah, keputusan yang tidak terjadi berulang- ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkaran luar.

3.       Faktor- faktor yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah
a.       Trial & Error : Coba dan Salah. Cara ini merupakan metode yang paling rendah tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal dan belum tahu sama sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan. Contohnya : ada klien panas, dicoba diurut, dicoba diberi makan, dicoba ditiup, tidak berhasil dicoba beri minum, dibuka baju, di kompres sampai berhasil panasnya turun, dll.
b.       Intuis merupakan penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati. Penyelesaian dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah, karena tidak mempunyai dasar ilmiah. Kadang- kadang metode ini juga dapat memberikan jalan keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau pengalaman, dan pengetahuan yang dimiliki.
c.       Nursing Process merupakan proses keperawatan yang menjadi suatu langkah penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah meliputi : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang merupakan suatu siklus untuk mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
d.       Scientifik Methode/ Research Process merupakan proses riset/ penelitian suatu penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika, dengan pendekatan yang sistematis.

4.       Pembelian
A.      Proses Keputusan Membeli
Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian  yang dipengaruhi oleh ciri- cirri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, dan keadaan ekonomi. Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain :
1.        Pengenalan Masalah, merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2.       Pencarian Informasi, seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3.       Evaluasi Alternatif, konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
4.       Keputusan pembeli, setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek diantara beberapa merek yang tersedia.
5.       Evaluasi Pasca Pembelian, merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.

B.       Memilih Alternatif Terbaik
Sebelum pengambilan keputusan konsumen perlu untuk memilih alternatif terbaik yang dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi atau tekanan.
C.      Memilih Sumber- sumber Pembelian
Pencarian informasi internal tentang sumber- sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengarug perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan. Berikut adalah contoh- contohnya :
-          Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
-          Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangangan.
-          Sumber publik : media massa, organisasi penilaian konsumen.
-          Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.

5.       Diagnosa Perilaku Konsumen
Kepuasan konsumen merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan termasuk bank. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen membeli suatu produk dan bagaimana konsumen itu memilih dan membeli suatu produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkannya. Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang memenuhi harapannya.
Dengan mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnosa siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu produk. Dari perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang dihasilkan suatu perusahaan.

Sumber :
Setiadi, Perilaku Konsumen Konsep dan Implikasi, 2003 :16
Plunkett, Attner, dan Allen, Management, 2004 : 212

Tidak ada komentar:

Posting Komentar