Proses
Pengambilan Keputusan
Dalam
memenuhi dan memuaskan kebutuhannya sehari- hari konsumen memiliki
keterkaitan yang erat dengan proses pengambilan keputusan pembelian, seperti
usaha untuk memperoleh serta bagaimana menggunakan barang dan jasa untuk
memuaskan kebutuhannya. Berikut ini akan dibahas bagaimana proses pengambilan
keputusan perilaku konsumen :
1.
Model Proses Pengambilan Keputusan
Sebelum
konsumen mengambil suatu keputusan, konsumen perlu melakukan suatu tindakan.
Keputusan yang telah diambil oleh konsumen akan dilanjutikan dengan proses
pelaksanaan. Pemasar perlu berfokus pada seluruh proses pengambilan keputusan
pembelian bukan hanya pada proses pembeliannya saja.
Pengambilan
keputusan konsumen (consumer
decision making) adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasikan
pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih
salah satu diantaranya Setiadi (2003 :16). Sedangkan menurut Plunkett, Attner
dan Allen dalam bukunya Management (2004 : 212) “Decision making is
the prosess of identifying problems and opportunities, developing alternative
solutions, choosing an alternative, and implementing it” .
Menurut
Herbert A. Simon, proses pengambilan keputusan pada hakekatnya terdiri atas
tiga langkah utama yaitu :
a.
Kegiatan Intelijen, merupakan kegiatan yang menyangkut pencarian berbagai
kondisi lingkungan yang diperlukan bagi keputusan.
b.
Kegiatan Desain, merupakan tahap yang menyangkut pembuatan pengembangan dan
penganalisaan berbagai rangkaian kegiatan yang mungkin dilakukan.
c.
Kegiatan Pemilihan, merupakan pemilihan serangkaian kegiatan tertentu dari
alternative yang tersedia.
Sedangkan
menurut Scott dan Mitchell, proses pengambilan keputusan meliputi :
1.
Proses pencarian/ penemuan tujuan
2.
Formulasi tujuan
3.
Pemilihan Alternatif
4.
Mengevaluasi hasil- hasil
Pendekatan
konperhensif lainnya adalah dengan menggunakan analisis system, menurut ELBING
ada lima langkah dalam proses pengambilan keputusan :
1.
Identifikasi dan Diagnosa masalah
2.
Pengumpulan dan Analisis data yang relevan
3.
Pengembangan dan Evaluasi alternative- alternative
4.
Pemilihan Alternatif terbaik
5.
Implementasi keputusan dan Evaluasi terhadap hasil- hasil
a.
Model Perilaku Pengambilan Keputusan :
1.
Model Ekonomi, yang dikemukakan oleh ahli ekonomi klasik dimana keputusan orang
itu rasional, yaitu berusaha mendapatkan keuntungan marginal sama dengan biaya
marginal atau untuk memperoleh keuntungan maksimum.
2.
Model Manusia Administrasi, dikemukan oleh Herbert A. Simon dimana lebih
berprinsip oranf tidak menginginkan maksimalisasi tetapi cukup keuntungan yang
memuaskan.
3.
Model Manusia Mobicentrik, dikemukakan oleh Jennings, dimana perubahan
merupakan nilai utama sehingga orang harus bergerak bebas mengambil keputusan.
4.
Model Manusia Organisasi, dikemukakan oleh W.F. Whyte, model ini lebih
mengedepankan sifat setia dan penuh kerjasama dalam pengambilan keputusan.
5.
Model Pengusaha Baru, dikemukakan oleh Wright Mills menekankan pada sifat
kompetitif.
6.
Model Sosial, dikemukakan oleh Freud Veblen dimana menurutnya orang sering
tidak rasional dalam mengambil keputusan diliputi perasaan emosi dan situasi
dibawah sadar.
b.
Model Preskriptif dan Deskriptif
Fisher
mengemukakan bahwa pada hakekatnya ada 2 model pengambilan keputusan, yaitu :
1.
Model Preskriptif, yaitu pemberian resep perbaikan, model ini menerangkan
bagaimana kelompok seharusnya mengambil keputusan.
2.
Model Deskriptif, yaitu menerangkan bagaimana kelompok mengambil keputusan
tertentu. Model preskriptif berdasarkan pada proses yang ideal sedangkan model
deskriptif berdasarkan pada realitas observasi. Disamping model- model tersebut
(model linier) terdapat pula model spiral dimana satu anggota mengemukakan
konsep dan anggota lain mengadakan reaksi setuju tidak setuju kemudian
dikembangkan lebih lanjut atau dilakukan “revisi” dan seterusnya.
Berdasarkan
pengertian menurut ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa pengambilan
keputusan konsumen adalah suatu proses dengan memilih beberapa alternatif
penyelesaian masalah yang dikumpulkan oleh konsumen kemudian disaring kembali
guna mewujudkannya dengan penerapan tindakan. Setelah melalui proses tersebut,
konsumen akan mengevaluasi pilihannya dan menentukan bagaimana sikap yang akan
diambil selanjutnya.
2.
Tipe- Tipe Proses Pengambilan Keputusan
Tipe
Pengambilan Keputusan (Decision Making)
adalah tindakan manajemen dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran.
Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
-
Keputusan terprogram/ keputusan terstruktur adalah, keputusan yang berulang-
ulang dan rutin sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan
dilakukan terutama pada manajemen tingkat bawah.
-
Keputusan setengah terprogram/ setengah terstruktur adalah, keputusan yang
sebagian dapat diprogram, sebagian berulang- ulang dan rutin dan sebagian tidak
terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan
perhitungan- perhitungan serta analisis yang terperinci.
-
Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur adalah, keputusan yang tidak
terjadi berulang- ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di
manajemen tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur
tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkaran luar.
3.
Faktor- faktor yang Mempengaruhi Pemecahan Masalah
a.
Trial & Error : Coba dan Salah. Cara ini merupakan metode yang paling
rendah tingkatannya, dilakukan oleh orang yang belum pernah mengalami/ mengenal
dan belum tahu sama sekali. Dalam keperawatan ini sangat berbahaya dan tidak
boleh dilakukan. Contohnya : ada klien panas, dicoba diurut, dicoba diberi
makan, dicoba ditiup, tidak berhasil dicoba beri minum, dibuka baju, di kompres
sampai berhasil panasnya turun, dll.
b.
Intuis merupakan penyelesaian masalah dengan intuisi atau naluri/ bisikan hati.
Penyelesaian dengan cara ini kurang dianjurkan dalam metode ilmiah, karena
tidak mempunyai dasar ilmiah. Kadang- kadang metode ini juga dapat memberikan jalan
keluar bila intuisi ini berdasarkan analisis atau pengalaman, dan pengetahuan
yang dimiliki.
c.
Nursing Process merupakan proses keperawatan yang menjadi suatu langkah
penyelesaian masalah yang sistematis dan didukung oleh rasionalisasi secara ilmiah
meliputi : pengkajian, perencanaan, implementasi dan evaluasi yang merupakan
suatu siklus untuk mengatasi masalah yang terjadi pada klien.
d.
Scientifik Methode/ Research Process merupakan proses riset/ penelitian suatu
penyelesaian masalah berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan logika,
dengan pendekatan yang sistematis.
4.
Pembelian
A.
Proses Keputusan Membeli
Perilaku
konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian
yang dipengaruhi oleh ciri- cirri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, dan
keadaan ekonomi. Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu
keputusan untuk melakukan pembelian, antara lain :
1.
Pengenalan Masalah, merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses
pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2.
Pencarian Informasi, seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari
informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan
kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3.
Evaluasi Alternatif, konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat
pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
4.
Keputusan pembeli, setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen
akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen
membentuk pilihan merek diantara beberapa merek yang tersedia.
5.
Evaluasi Pasca Pembelian, merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen
tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli
produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai
dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen.
Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan
selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut di masa
depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak
sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di
masa depan.
B.
Memilih Alternatif Terbaik
Sebelum
pengambilan keputusan konsumen perlu untuk memilih alternatif terbaik yang
dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi atau tekanan.
C.
Memilih Sumber- sumber Pembelian
Pencarian
informasi internal tentang sumber- sumber pembelian dapat berasal dari
komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari
komunikasi perorangan dan pengarug perorangan yang terutama berasal dari
pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber
informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan. Berikut adalah contoh- contohnya
:
-
Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
-
Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangangan.
-
Sumber publik : media massa, organisasi penilaian konsumen.
-
Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.
5.
Diagnosa Perilaku Konsumen
Kepuasan
konsumen merupakan masalah penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan
termasuk bank. Perilaku konsumen mencerminkan mengapa seseorang konsumen
membeli suatu produk dan bagaimana konsumen itu memilih dan membeli suatu
produk. Konsumen akan membeli suatu produk untuk memenuhi kebutuhan yang
diharapkannya. Oleh karena itu seorang konsumen akan memilih barang yang
memenuhi harapannya.
Dengan
mengkaji perilaku konsumen perusahaan dapat mengetahui tentang hasil diagnosa
siapa dan apa serta bagaimana kebenaran tentang pemakaian suatu produk. Dari
perilaku konsumen menyenangi produk saingan dan kurang menyenangi produk yang
dihasilkan suatu perusahaan.
Sumber :
Setiadi, Perilaku Konsumen
Konsep dan Implikasi, 2003 :16
Plunkett, Attner,
dan Allen, Management,
2004 : 212
Tidak ada komentar:
Posting Komentar