Senin, 17 November 2014

Laboratorium Akuntansi Menjadi Awal Segalanya



            Setelah resmi menjadi seorang mahasiswi, jadwal kuliah dan praktikum pun sudah tersedia. Praktikum dimulai saat perkuliahan sudah aktif beberapa minggu. Semester 1 aku mendapatkan tiga praktikum dalam satu minggu dan hingga waktunya praktikum sudah di mulai, saat itu aku tidak ada masalah dalam menjalankan praktikum yang sudah disediakan namun ada salah satu praktikum yang diawali dengan “tangis”. Yaa.. praktikum itu adalah praktikum Akuntansi Dasar pada pertemuan pertama aku begitu merasakan bahwa aku salah mengambil jurusan karena aku tidak tahu sama sekali apa itu akuntansi mungkin karena waku SMA jurusan yang ku ambil adalah IPA, saat pertemuan pertama praktikum itu berlangsung kami diarahkan bagaimana membuat perusahaan baru serta menginput data- data yang harus ada pada perusahaan tersebut. Saat  mengerjakan Tutor praktikum pun berkata bahwa siapa yang cepat menginput data- data perusahaan akan mendapat nilai Max, seketika aku bingung yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana menginput semua data ini dengan benar dan mendapat nilai Max sedangkan aku belum terbiasa dengan istilah- istilah yang digunakan dalam akuntansi.
            Waktupun berjalan hingga waktu yang disedikan untuk membuat dan menginput data- data perusahaan baru habis, aku gagal mendapatkan nilai Max… nilai itu hanya di sediakan untuk beberapa orang tercepat saja. Setelah itu, para asisten laboratorium pun mengecek pekerjaan kami tapi pekerjaanku malah salah semua.. aku tidak bisa menginput data- data perusahaan baru dengan benar. Rasa kecewa dan panik langsung menghampiri serasa apa yang ku kerjakan sia-sia dan merasa bodoh sekali aku tidak bisa mengerjakan tugas itu dengan benar lalu saat itu juga aku meminta salah satu dari kakak asisten untuk memberi tahu dimana letak kesalahan dalam menginput data- data tersebut.
            Salah satu kakak asisten itupun menghampiri dan aku bertanya bagaimana jika terjadi kesalahan menginput data seperti ini apa akan berpengaruh pada nilai, kakak itupun menjelaskan dan menenangkanku yang begitu terlihat panik.. diberitahukan bahwa tidak ada pengurangan nilai dan kesalahan menginput data akan di back- up oleh para asisten.
Sedikit lega memang, namun tidak bisa ditahan lagi air mata ini menetes… dasarnya saja aku sudah tidak bisa bagaimana untuk kedepannya ? langkah selanjutnya adalah aku memberanikan diri untuk menghampiri kakak asisten tadi dan mengajaknya bicara “kak, apa kakak berkenan untuk mengajarkanku Akuntansi dari dasar karena aku tidak tahu sama sekali tentang akuntansi” dan jawabnya adalah “tentu saja dek”.. saat itu juga kakak itu memberikan nomer handphonenya untuk konfirmasi kapan belajar diluar jadwal praktikum.
            Awalnya sedikit takut untuk konfirmasi belajar tambahan, takut kakaknya sibuk atau bahkan tidak mau membalas pesanku.. namun semua tanggapanku salah, ternyata kakak itu bersedia mengajarkanku. Mulai saat itu setiap hari minggu kami selalu belajar akuntansi bersama hingga mengerjakan semua tugas baik tugas praktikum dan kelas kakak itu selalu bersedia membantu.
Alhamdulillah, selama belajar akuntansi kini sedikit demi sedekit aku bisa mengerti akuntansi. Kakak itu mengajarkan ku dari nol dengan sabar sekali, hingga praktikum akuntansi selesai hubungan kami masih tetap terjalin dengan baik seperti layaknya kakak dan adik. Hikmah dari kegagalan menginput data adalah pertemuan dengan seorang kakak asisten yang begitu baik dan berhati seperti malaikat. Terima kasih banyak kak Cintya untuk semua ilmu yang diberikan selama ini, tetaplah menjadi kakak terbaikku. Semoga setelah lulus lebih sukses lagi, salam rindu dan peluk hangat dari adikmu ini ^___^”
                                                                                                      
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar