Setelah resmi menjadi seorang mahasiswi, jadwal kuliah
dan praktikum pun sudah tersedia. Praktikum dimulai saat perkuliahan sudah
aktif beberapa minggu. Semester 1 aku mendapatkan tiga praktikum dalam satu
minggu dan hingga waktunya praktikum sudah di mulai, saat itu aku tidak ada
masalah dalam menjalankan praktikum yang sudah disediakan namun ada salah satu
praktikum yang diawali dengan “tangis”. Yaa.. praktikum itu adalah praktikum
Akuntansi Dasar pada pertemuan pertama aku begitu merasakan bahwa aku salah mengambil
jurusan karena aku tidak tahu sama sekali apa itu akuntansi mungkin karena waku
SMA jurusan yang ku ambil adalah IPA, saat pertemuan pertama praktikum itu
berlangsung kami diarahkan bagaimana membuat perusahaan baru serta menginput
data- data yang harus ada pada perusahaan tersebut. Saat mengerjakan Tutor praktikum pun berkata bahwa
siapa yang cepat menginput data- data perusahaan akan mendapat nilai Max, seketika
aku bingung yang ada di pikiranku hanyalah bagaimana menginput semua data ini
dengan benar dan mendapat nilai Max sedangkan aku belum terbiasa dengan
istilah- istilah yang digunakan dalam akuntansi.
Waktupun berjalan hingga waktu yang disedikan untuk
membuat dan menginput data- data perusahaan baru habis, aku gagal mendapatkan
nilai Max… nilai itu hanya di sediakan untuk beberapa orang tercepat saja. Setelah
itu, para asisten laboratorium pun mengecek pekerjaan kami tapi pekerjaanku
malah salah semua.. aku tidak bisa menginput data- data perusahaan baru dengan
benar. Rasa kecewa dan panik langsung menghampiri serasa apa yang ku kerjakan
sia-sia dan merasa bodoh sekali aku tidak bisa mengerjakan tugas itu dengan
benar lalu saat itu juga aku meminta salah satu dari kakak asisten untuk memberi
tahu dimana letak kesalahan dalam menginput data- data tersebut.
Salah satu kakak asisten itupun menghampiri dan aku
bertanya bagaimana jika terjadi kesalahan menginput data seperti ini apa akan
berpengaruh pada nilai, kakak itupun menjelaskan dan menenangkanku yang begitu
terlihat panik.. diberitahukan bahwa tidak ada pengurangan nilai dan kesalahan
menginput data akan di back- up oleh para asisten.
Sedikit lega memang, namun
tidak bisa ditahan lagi air mata ini menetes… dasarnya saja aku sudah tidak
bisa bagaimana untuk kedepannya ? langkah selanjutnya adalah aku memberanikan
diri untuk menghampiri kakak asisten tadi dan mengajaknya bicara “kak, apa
kakak berkenan untuk mengajarkanku Akuntansi dari dasar karena aku tidak tahu
sama sekali tentang akuntansi” dan jawabnya adalah “tentu saja dek”.. saat itu
juga kakak itu memberikan nomer handphonenya untuk konfirmasi kapan belajar
diluar jadwal praktikum.
Awalnya sedikit takut untuk konfirmasi belajar tambahan,
takut kakaknya sibuk atau bahkan tidak mau membalas pesanku.. namun semua
tanggapanku salah, ternyata kakak itu bersedia mengajarkanku. Mulai saat itu
setiap hari minggu kami selalu belajar akuntansi bersama hingga mengerjakan
semua tugas baik tugas praktikum dan kelas kakak itu selalu bersedia membantu.
Alhamdulillah, selama belajar
akuntansi kini sedikit demi sedekit aku bisa mengerti akuntansi. Kakak itu
mengajarkan ku dari nol dengan sabar sekali, hingga praktikum akuntansi selesai
hubungan kami masih tetap terjalin dengan baik seperti layaknya kakak dan adik.
Hikmah dari kegagalan menginput data adalah pertemuan dengan seorang kakak
asisten yang begitu baik dan berhati seperti malaikat. Terima kasih banyak kak
Cintya untuk semua ilmu yang diberikan selama ini, tetaplah menjadi kakak
terbaikku. Semoga setelah lulus lebih sukses lagi, salam rindu dan peluk hangat
dari adikmu ini ^___^”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar